Tuesday, 20 September 2016

Langkah-langkah serta Tips dan Trik mendapatkan beasiswa LPDP

Sumber Google


Beberapa tahun terakhir, beasiswa LPDP (Lembaga pengelola Dana Pendidikan) menjadi salah satu beasiswa yang banyak diincar banyak kalangan, baik dari professional, akademisi, terkhusus fresh graduate, sebab memang jika dibandingkan dengan beasiswa lainnya (yang di Indonesia), LPDP cenderung lebih menguntungkan (baik dari segi jumlah maupun pelayanan), sebab sesuai dengan salah satu nilai dasar LPDP yaitu ‘pelayanan’ maka LPDP berusaha menjadi yang terbaik dalam melayani. Bahkan LPDP mendapat predikat salah satu Lembaga terbaik dari pemerintahan. Dan memang untuk mendapatkan yang terbaik, diperlukan usaha yang ekstra sebab dari waktu ke waktu persaingan di LPDP semakin ketat. Lalu, persiapan apa sih yang perlu dilakukan? Dan Seperti apa sih bentuk seleksi LPDP? Let’s check it out!


 Well, Pendaftaran LPDP buka empat (4) kali dalam setahun (Januari, April, Juli, dan Oktober ). So , teman-teman memiliki banyak sekali kesempatan bukan. Di dalam seleksi beasiswa LPDP ada dua tahap seleksi, yang pertama seleksi administrasi dan yang kedua seleksi substansif. Seperti apa tips and triknya? Yuk kita bahas satu-satu. Seleksi administrasi Langkah yang pertama kali teman-teman harus lakukan adalah membuat akun di LPDP, syaratnya harus punya email, tapi mimin yakin kok smua udah punya email, iya kan?. Silahkan cari di google, ketik “buat akun LPDP”, maka akan muncul banyak pilihan-pilhan dan lanjutan instruksinya. Nah, akun ini digunakan untuk proses pendaftaran atau tahapan seleksi. Nanti teman2 akan diminta mengisi data (keluarga, profil diri, pendidikan, organisasi, pengalaman seminar/training, prestasi, etc) serta persyaratan-persyaratan diupload di sini. Nah, apa saja sih persyaratan yang diperlukan di tahap awal ini? Yuk checklist di bawah ini:
 1. KTP
 2. Ijazah SD – Ijazah S1 (kalau misalnya ijazah belum keluar bisa diganti SK Yudisium)
 3. Transkrip Nilai SD – Transkrip Nilai S1
 4. skor TOEFL ITP
 5. Surat keterangan sehat
 6. Surat Rekomendasi
 7. Rencana Studi
 8. Sertifikat-sertifikat
9. Essay tentang Kesuksesan terbesarku *
10. Essay tentang Peranku Bagi Indonesia *
11. LoA (tidak wajib, tapi diutamakan)
 12. Surat keterangan dari atasan (bagi yangbekerja)

Keterangan;
1. Semua file harus di scan dan dalam bentuk file pdf kecuali poin nomor 9 dan 10.
2. Untuk surat rekomendasi, minimal dari 2 tokoh, bisa dari akademisi (dosen, dekan, rektor), tokoh agama, maupun tokoh masyarakat. Formatnya sudah ada tinggal di download.
3. Skor TOEFL minimal 400 (affirmasi) dan 500 (reguler). Oh ya, skor TOEFLnya harus yang ITP ya, jangan yang prediksi. Bayarnya sekitar 450- 500 ribu.
4. Untuk surat keterangan sehat harus dari rumah sakit ya, bukan dari Puskesmas.

Untuk yang mengambil tujuan Dalam Negeri, ada dua tes: tes bebas narkoba sama tes rontgen. Bayarnya sekitar 250 ribu. Kalau untuk tujuan LN, ada tambahan tes TBC, bayarnya sekitar 320 ribu. Kurang lebih itu persiapan berkas yang perlu disiapkan dari sekarang. So, bagi yang belum tes TOEFL atau skornya kurang, segera persiapkan dari sekarang. Banyak- banyak pelajari bahan TOEFL serta mempelajari literature berbahasa Inggris.

 Oh ya usahakan jangan mendaftar pada saat deadline ya, biasanya jaringannya sering error, karena banyak yang daftar pas deadline. Tes substantif Nah, bagi teman-teman yang sudah lolos seleksi administrasi, bersiaplah untuk seleksi selanjutnya yang sesungguhnya yaitu tes substantif. Biasanya dilakukan di beberapa kota seperti Jakarta, Jogja, Bandung, Surabaya, Medan, Balikpapan, dan Papua. Bagi yang tidak berdomisili di daerah tersebut bisa memilih yang terdekat, kayak misalnya kemarin, mimin memilih di Surabaya, lokasi yang paling dekat dari Lombok soalnya.

Seperti apa sih tes substatntif itu, yuk disimak! Tes substtantif terdiri dari tiga bagian, yaitu tes wawancara, LGD (Leaderless Group Discussion), dan Essay on the Spot. Tes wawancara. Ini nih salah satu yang paling menentukan . intinya rileks saja, jangan tegang. Di awal mungkin agak nervous, tapi seiring pertanyaan-pertanyaan akan terasa santai. Jangan lupa berdoa. Ada tiga penanya dalam sesi wawancara; dua orang akademisi dan satu orang psikolog.

Pertanyaan-pertanyaan di sesi wawancara seputar curriculum vitae yang telah kita buat, yaitu berkas-berkas pada saat seleksi administrasi. Jadi kita harus benar-benar memahami apa yang telah kita tulis di sana. Tentang keluarga, profil diri, prestasi, pengalaman, rencana studi, kesuksesan terbesar, peranku bagi Indoensia.

 Ada beberapa pertanyaan yang sering diajukan:
a. Kenapa Anda memilih di Dalam Negeri/luar negeri?
 b. Kenapa Anda memilih kota /negara tersebut?
c. Kenapa Anda memilih jurusan tersebut?
d. Apa yang melatarbelakngi/motivasi Anda melanjutkan studi?
e. Ceritakan tentang pengalaman/prestasi Anda (biasanya merujuk pada salah satu pengalaman yang telah kita tulis)?
 f. Kenapa kami harus memilih Anda?
g. Apa kontribusi yang akan Anda berikan ketika kembali ke negara/daerah asal?
h. Dll

Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan terus berkembang dan terkadang melebar ke arah personal. Cerita dari beberapa teman, banyak kadang yang akhirnya menangis ketika sudah menyentuh ranah personal dan kelaurga. Jadi kita harus mempersiapka diri dengan berbagai kemungkinan pertanyaan yang muncul. Dalam sesi wawancara, terkadang ada yang lama, ada yang cepat, ada yang sedang-sedang, terkadang keingingan para interviewers.

Jadi kita harus benar-benar mempersiapkan diri. Inti dari wawancara adalah jujur terhadap diri sendiri, artinya jawaban-jawaban tersebut memang dari hati, bukan dibuat-buat, Karen psikolog tahu mana yang jujur dan tidak. Oh ya, sebisa mungkin dalam jawaban-jawaban kita mengaitkan dengan lima (5) nilai dasar LPDP yaitu: integritas, profesionalisme, sinergi, pelayanan, dan kesempurnaan. Kemudian yang kedua yaitu LGD atau Leaderless Group Discussion. Jadi peserta akan di bagi menjadi kelompok-kelompok, biasanya terdiri dari 8- 10 orang yang nantinya akan mendiskusikan sebuah topic/issue yang telah disediakan.

Sepertinya namanya ‘leaderless’ maka sesi tidak menekankan pada seberapa sering anda berbicara/berpendapat, tapi justru sebaliknya, yang dilihat adalah bagaimana kelompok tersebut mampu membagi setiap orang supaya semua dapat berbicara dengan adil dan rata. Kalau bisa jangan ada yang mendominasi pembicaraan ya, atau tidak berbicara sama sekali. Yang dilihat adalah attitude kita juga, jangan menyela pembicaraan teman atau berbicara dengan nada yang agak’ bossy. ’ waktu yang disediakan kurang lebih 50 menit. Setiap orang bisa berbicara kurang lebih 2 x dengan waktu 1-2 menit. So, manfaatkan waktu dengan baik ya. Issu-issu yang dimunculkan biasanya isu-isu yang sedang trend/hot. Jadi,sering-sering2 baca Koran, nonton TV, dan cari info –info berita terkini ya. 

Yang ketiga adalah Essay on the Spot. Sesuai namanya, maka peserta akan berada dalam sebuah ruangan dan menuliskan sebuah issu yang telah ditentukan dan diberikan waktu 30 menit. Tidak ada batasan minimal atau maksimal dalam tulisan tersebut. intinya adalah pendapat kita, terlepas dari setuju atau tidak dengan mosi tersebut, yang penting adalah alasan/pendapat yang kita paparkan dalam uraian tersebut. misalnya kenapa setuju dan kenapa tidak setuju.

Yang dilihat adalah kelogisan, serta kohesi dan koherensi dalam tulisan kita. Misalnya ketika itu mimin mendapatkan tema tentang ‘” apakah setuju jika diberikan hukuman terhadap penggunaan kantong plastik? “ intinya harus jelas kenapa setuju dan tidak setuju, jika perlu tambahkan solusinya. Oh ya dalam semua sesi tersebut, bagi yang mengambil Luar Negeri semua sesi menggunakan bahasa Inggris; wawncara, essay, dan LGD. Dan tidak ada urutan yang baku dalam sesi tersebut, bisa jadi teman-teman mendapatkan urutan wawancara dulu, LGD dulu, atau Essay on the Spot dulu. So, prepare yourself!

Secara umum tips dan trik dari mimin adalah:
1. Niat. Perbaiki niat karena mengharap ridho Allah dan menuntut ilmu di jalanNya
2. Perbanyak berdoa, sebab doa adalah senjata yang paling ampuh, tentunya setelah berusaha ya.
3. Perbanyak istighfar. Sebab mungkin dosa-dosa kita menjadi penghalang diterimanya doa.
4. Perbanyak cari referensi/info-info tentang tips dan trik mendapatkan beasiswa LPDP. Kalau bisa baca seluruh blog yang mengupas tentang hal itu
5. Perbanyak berdiskusi, membaca dan menulis.
6. Berlatih wawancara dengan teman atau seseorang yang dipercaya.
7. Yakin. Kalau kita gak yakin dengan diri sendiri, bagaimana orang lain mau yakin dengan kita? Udah panjang banget ya teman-teman. 

Kurang lebih itu yang bisa mimin share. Jika ada yang masih kurang jelas, atau masih ada yang mengganjal, bisa hubungi di FB, atau komen d blog, atau d BBM (D0691FFD), atau di Instagram Azkia Rostiani Rahman (jangan lupa di follow ya). Jika slow respond, maaf ya kadang kuota terbatas (:>). Mohon maaf jika banyak kekurangan. Bukankah pepatah mengatakan ‘human is error, ’ so, dimaafkan ya. Semoga artikel ini bermanfaat buat teman-teman semua, dan mimin doakan semoga diberi kemudahan dalam setiap proses seleksi. Amin.

0 comments:

Post a Comment

 

Azkia Rostiani Rahman Template by Ipietoon Cute Blog Design