Thursday, 29 September 2016

Hubungan antara Semantik dan Sosiolinguistik

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa semantik secara berari makna kata. Makna sebuah kata dalam hal ini di refleksikan sebagai pola karakteristik semantik secara gramatika berdasarkan konteks (cruse, 1986 : 15). Dengan kata lain, makna tersebut tercermin dan dibentuk dari hubungan kontekstual di dalamnya. Jadi, dapat dikatakan bahwa, makna kata dalam semantik menurut Cruse dipengaruhi dan dibentuk oleh hubungan kontekstual tanpa pengaruh dari situasi nyata penggunaannya. Hal ini sejalan dengan pengertian semantik yang diungkapkan oleh Leech (1982: 5) bahwa semantik adalah ilmu yang mengkaji makna sebagai ciri ungkapan suatu bahasa yang tidak berkaitan dengan situasi ujar, penutur, dan petutur. Apa hubungan antara Semantik dan sosiolinguistik? Ronald Wardaugh (1986) mengatakan bahwa sociolingistik berfocus pada investigasi antara hubungan bahasa dan masyarakat dengan tujuan bisa memahami lebih dalam tentang struktur bahasa, dan bagaimana bahasa berfungsi dalam komunikasi. Beberapa ahli juga memberikan definisi tentang Sociolinguistik yaitu: - Cabang linguistik yang mempelajari hubungan dan saling pengaruh antara perilaku bahasa dan perilaku sosial (Kridalaksana, 2011:225). - Kajian bahasa dalam penggunaannya untuk meneliti hubungan konvensi pemakaian bahasa dengan aspek-aspek lain dari tingkah laku sosial (Criper & Widdowson dalam Chaer, 2004). Ada beberapa focus studi yang dipelajari di dalam sosiolinguistik, seperti Bahasa dan Komunitas, dialek, variasi bahasa, dll yang jika dikaitkan dengan makna semantic di atas sebgai sebuah hubungan kontekstual, maka saling berhubungan. Menurut Wardhaugh ada beberapa hubungan antara masyarakat dan bahasa yaitu a. Struktur social bisa mempengaruhi atau menentukan struktur linguistic. Misalnya seorang anak kecil akan berbicara dengan cara yang berbeda kepada anak sebayanya, atau kepada yang lebih kecil, atau juga kepada yang lebih tua, begitupun juga sebaliknya. b. Struktur linguistik mempengaruhi atau menentukan struktur social. Misalnya sifat atau karakter orang Medan dan Orang Jawa berbeda. Orang Medan cenderung Keras, sementara orang Jawa cenderung lembut, karena pengaruh bahasa memengaruhi cara bicara seseorang/masyarakat. c. Saling memengaruhi: bahasa dan masyarakat saling memengaruhi. Fairclough (1996,Language and Power, 22) mengatakan bahwa ada tiga impilkasi bahasa sebagai praktik social. Pertama, bahasa adalah bagian dari masyarakat. Yang kedua, bahasa adalah proses social, dan yang ketiga bahasa adalah proses pengkondisisan social sebagai bagian dari masyarakat. Selanjutnya, dia menambahkan bahwa hubungan antara bahasa dalam masyarakat, bukanlah sebuah hubungan eksternal, tetapi juga hubungan secara internal dan dialektis. Dari penjelasan di atas kita bisa menyimpulkan bahwa bahasa dan masyarakat memiliki hubungan yang sangat erat, di mana mereka saling membutuhkan dan tidak bisa dipisahkan, begitupun juga dengan Semantik dan Sosiolinguistik. Bahasa sebagai sebuah alat komunikasi harus bisa dipahami dengan baik oleh penggunanya. Bagaimana kemudian pengguna bahasa bisa menangkap dan memahami makna dari pesan yang disampaikan oleh pengguna bahasa lainnya. Selain itu, bagaimana pengaruh struktur sosial terhadap penggunaan bahasa. Misalnya pengaruh identitas seseorang terhadap penggunaan bahasa seperti penagruh suku, jenis kelamin, agama, pekerjaan, strata social, hubungan kekerabatan terhadap peggunaan bahasa.

0 comments:

Post a Comment

 

Azkia Rostiani Rahman Template by Ipietoon Cute Blog Design