Monday, 8 August 2016

Pengalaman dan Tips Simak UI

Akhirnya, setelah perjuangan yang lumayan panjang bisa juga mendapatkaan kartu ini. Kalau di sini disebut KIM, Kartu Identitas Mahasiswa. Kalau pas S1 dulu namanya, KTM, Kartu Tanda Mahasiswa. Yeah, whateverlah, intinya sama. Well, gue mau cerita dulu nih, pengalaman tes masuk UI. Tesnya saat itu berlangsung hari Ahad tanggal 5 Juni 2016, dari pukul 7 pagi sd 12 siang. Tapi, to be honest gak ada rasa, time flies so so fast at that time. Guue tesnya dapatnya di fakultas Teknik gedung E (kalau gak salah) UI Depok. Sebenarnya bisa saja ngambil tesnya yang di Mataram, karena mulai tahun ini tes UI udah bisa di Mataram, tapi karena berbarengan waktunya dengan PK LPDP, jadinya sekalian aja gue ambil yang di Jakarta. Well sebelum ke tes, gue mau cerita dulu ne. Jadi sebelum tes SIMAK UI, gue ikut PK dulu. Apa itu PK? PK itu singkatan dari Persiapan Keberangkatan yang diadakan LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) yang tujuannya untuk mempersiapkan para awardee baik secara fisik maupn psikis bisa menempuh studinya di kota atau negara tujuan dengan baik dan benar (kayak EYD aja ya :P). pembahasan PK lebih di lain waktu aja yah. Jadi waktu itu gue dapatnya PK yang ke 69 atau PK 69 dengan nama Balin Bahari (Ksatria Laut) yang katanya sih salah satu PK terbaik (yeee). Well, PK nya berlangsung dari hari Senin tanggal 30 Mei sampai Sabtu 4 Juni. PK itu seru banget sekaligus melelahkan. Kebayang gak sih kita bangunnya jam 04. 30 subuh terus tidurnya jam 12 malam, malah kadang jam 2 sampai 3 malam, bahkan ada yang tak sempat tidur, dan itu berlangsung seminggu. Seminggu guys. Can you imagine betapa melelahkannya?? Acara selesai pkul 18.00 WIB sekaligus packing plus foto-foto. Setelah itu gue langsung ke FT UI untuk melihat tempat biar besoknya gak kelabakan dengan membawa semua perlengkapan; koper dan bla bla blanya bersama abang Gojek. Gue suruh abang Gojeknya nunggu, eh dianya nggak mau, dia bilang “masih syukur gue mau anterin Neng, kalau yang lain mungkin gak mau, kopernya nih besar dan berat banget. ” ya sih kasihan bapaknya, pantesan tadi di tengah jalan bapaknya ngomel-ngomel gitu. Yah nasib nasib. Ya sudah akhirnya gue titip barang2 di pos satpam. Nah setelah selesai dan ambil barang, gue nunggulah di halte bus FT UI. Karena ini hari sabtu dan malam, bus UI gak lewat. Jadi gue pesen Gojek lagi, dan setelah abang Gojek sampai ternyata benar masnya tidak mau, nggak muat katanya. Akhirnya pakai Grab bike, bayarannya 60 ribu, kalau Gojek paling 20 ribu. Gue nunggunya lama banget lagi, udah jam 9 malam. Aduh, udah gak tenang banget. Udah malam, cewek, sendiri lagi, mana belum belajar buat tes besok. Hhfff. Can you feel what I feel? Ya akhirnya ada yang datang Bapak2 yang ternyata sedang S3 (wah keren, semangat belajarnya masih tinggi) sama calon mahasiswa juga yang mau tes kayak gue, orang Aceh (semoga masnya juga lulus ). Akhirnya bapak Grab nya datang. Gue waktu itu nginepnya di kos teman di Pancoran Jaksel (makasih Emass tumpangannya) dan sampai sekitar pukul 10 malam. Wah langsung mandi sholat dan belajar, tapi langsung tepaar. Capek banget. Tesnya jam 7, berarti gue harus datang lebih cepat. Biar gak telat akhirnya pakai Gojek (disini untungnya ada gojek). Gue berangkat sekitar jam 6.15. Eh ditengah jalan ada kebakaran lagi, macet. Hff. Akhirnya jam 7 kurang 10 sampai juga di FTUI, walaupun hampir tersesat karna ternyata abangnya tidak tahu di mana FTUI. Huh benar-benar. Pas sampe depan ada yang jual papan alas buat ujian-ujian itu lho, yah gue beli aja, gue bilang dalem hati, untung ada yang jualan, eh pas sudah masuk ruangan, pengawasnya bilang tidak diperkenankan membawa papan alas. Hmmm. Dan ketika pulang gue lupa masukin tas tu papan, dan tertinggallah. Well kita ke intinya, sorry ya bertele-tele. Soal ujian pertama tes TPA (Tes Potensi akademik) jam 7.30 sd 09.00 WIB. Alhamdulillah berjalan lancar. Karena tes ini pakai system penalty, jadi harus hati-hati jawabnya. Kalau gak yakin, mending gak usah dijawab deh. Waktu itu dari 90 soal gue jawabnya kurang lebih 50- 60 soal. Soal TPA terdiri dari sinonim, antonym, aljabar, antologi, deret angka dan huruf, deret gambar, analogi, dan penalaran. Kurang lebih itu kayaknya. Dan selanjutnya soal bahasa Inggris, terdiri dari dua bagian; struktur (40 soal) dan reading (50 soal). Well, pengerjaan soal struktur cukup lancar walaupun agak letih dan ngantuk, tapi bisa terjawab walaupun beberapa yang belum. Nah ketika pengerjaan soal Reading, aduh gila, ngantuk banget. Teks pertama dan kedua lumayan aman, nah teks selanjutnya sampai teks 5 sudah tidak bisa focus. Baru baca satu paragraph saja sudah ngantuk luar biasa, dan itu berlanjut sampai kurang lebih 30 menit. Tak ada satu soal pun yang terjawab. Entah gue gak tahu sempat tidur apa nggak tadi. Gi mana gak ngantuk cobak, semingguan begadang, kerja keras,eh besoknya ujian. Seharusnya hari ini adalah hari yang paling enak untuk tidur. Pengawas ngumumin tinggal 30 menit lagi selesai. What? Perasaan baru tadi deh dimulai. Gila, gue juga belum setengah selesai. Huh, akhirnya untuk menghilangkan kantuk, gue ijin ke depan ambil minuman (You C 1000) di tas (karena seluruh barang kecuali alat tulis dikumpulkan di depan, jadi ingat saat ujian SMA). Eh mana sulit banget lagi dibuka minumannya, trus gue duduknya paling belakang lagi pas deket dengan pak pengawas (ada dua pengawas), jadi gak bisa berkutik. Mau fresh eh malah makin pusing. Well sisa waktu tinggal 20 menit lagi. Gue berjuang dengan sisa waktu segitu mencoba menjawab yang terbaik. Karena Soal Bahasa Inggris gak pake penalty jadi gue berusaha jawab sebanyak mungkin, kalau gak tahu jawabannya yah pake system cap cip cup. Akhirnya waktu selesai, dan yah ada sekitar 10 soal mungkin yang tak sempat terjawab. Well. Manusia merencanakan, Allah yang menentukan. Gue udah berusaha sekuat yang gue bisa untuk itu, dan selebihnya biarlah itu menjadi urusan Allah. Yang penting kita sudah berikhtiar. Jarak dari tes sama pengumuman kurang lebih 1 bulan. Pengumumannya tanggal 1 Juli. Selama itu kadang gue merasa takut gak lulus, soalnya ngerasa gak maksimal banget ketika ngerjain soal. Yah, tapi Alhamdulillah, sekali lagi ini karena kuasa Allah. Mungkin buat teman-teman yang berencana mau masuk UI persiapkan diri dari sekarang. Pelajari soal-soal tes TPA sebanyak-banyaknya, dan soal-soal bahasa Inggris. Soal bahasa Inggrisnya kayak TOEFL tapi gak ada listeningnya, hanya Struktur dan Reading. No pain no gain. Yakin aja, usaha tidak akan pernah menghianati hasil selama kita yakin dan berusaha. Good Luck.
 

Azkia Rostiani Rahman Template by Ipietoon Cute Blog Design