Wednesday, 6 January 2016

Rindu

Apalah arti memiliki Ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami? Apalah arti kehilangan Ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan Dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan? Apalah arti cinta, Ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apapun? Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu? Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja Ini adalah kisah tentang masa lalu yang memilukan. Tentang kebencian kepada seseorang yang seharusnya disayangi. Tentang kehilangan kekasih hati. Tentang cinta sejati. Tentang kemunafikan. Lima kisah dalam sebuah perjalanan panjang kerinduan. Perjalanan itu selalu menyisakan pertanyaan-pertanyaan. Dan ini adalah cerita tentang jawaban dari pertanyaan-pertanyaan para pengembara dengan setting keberangkatan Haji menggunakan kapal laut selama sebulan lebih pada masa sekitar tahun 1900an, saat Indonesia masih belum merdeka. Pertanyaan pertama datang dari Bonda Upe, yang memiliki nama asli Ling-ling, seorang mantan Cabo (WTS). Aku seorang cabo Gurutta. Apakah Allah akan menerimaku di tanah suci? Apakah perempuan hina sepertiku berhak menginjak tanah suci? Apakah Allah akan menerimaku? “Kita tidak bisa lari dari masa lalu. Cara terbaik mengahdapi masalalu adalah dengan menghadapinya. Tentang penilaian orang lain? Kita tidak perlu menanggapi sebuah catatan hebat menurut versi manusia sedunia. Kita hanya perlu merengkuh rasa damai dalam hati kita sendiri. Kita tak perlu membuktikan apapun kepada siapapun bahwa kita baik. Jangan merepotkan diri sendiri dengan penilaian orang lain. Hanya Allah yang tahu apakah Haji seorang pelacur diterima atau tidak. Bahkan Haji semua orang sekalipun. Kita hanya bisa berharap dan tawakkal. “ Pertanyaan kedua dari seorang Daeng Andipati, memiliki seorang istri yang cantik, dan dua orang anak yang lucu dan cerdas. Elsa (13 th) dan Ana (9 th) yang juga turut mewarnai keceriaan penghuni kapal ketika dalam perjalanan. Ia seorang kaya, terpandang, dan lulusan Luar negeri. Tapi ternyata ada sebuah rahasia besar, yaitu ia begitu membenci ayahnya sendiri, yang menelantarkannya, tidak peduli, suka berbuat kekerasan, dan tidak menghargai ibunya. “ Apakah tanah suci akan terbuka bagi seorang anak yang membenci ayahnya? Bagaimana mungkin aku pergi anik Haji membawa kebencian sebesar ini? Bagaiamna caranya agar aku bisa memaafkan dan melupakan semua? “ ketahuilah Andi, kita sebenarnya sedang membenci diri sendiri saat membenci orang lain. Ketika ada orang jahat, membuat kerusakan di muka bumi, misalnya, Apakah Allah langsung mengirimkan petir untuk menyambar orang itu? Nyatanya tidak. Bahkan dalam beberapa kasus, orang-orang itu diberikan begitu banyak kemudahan, jalan hidupnya terbuka lebar. Kenapa Allah tidak langsung menghkumnya? Kenapa Allah menangguhkannya? Itu hak mutlah Allah. Karena keadilan Allah selalu mengambil bentuk terbaiknya, yang kita tidak selalu paham” “Berhenti membenci ayahmu, karena berarti kau sedang membenci dirimu sendiri. Berikanlah maaf karena kau berhak atas kedamaian dalam hati. Tutup lembaran lama yang penuh coretan keliru. Bukalah lembaran baru. Semoga kau memiliki lampu kecil di dalam hatimu.” Pertanyaan ketiga dari Mbah Kakung, yang beberapa hari selama dalam perjalanan tidak mau makan dan minum sejak ditinggalkan selama-lamanya oleh mbah Putri yang terpaksa dikuburkan di laut. Mereka adalah teladan tentang kesetiaan dan keromantisan. Kenapa harus sekarang Gurutta? Kenapa harus ketika kami sudah sedikit lagi dari Tanah Suci. Kenaa harus ada di atas lautan ini? Tidak bisakah ditunda barang satu atau dua bulan? Atau jika tidak bisa selama itu, bisakah ditunda hingga tanah Suci, sempat bergandengan tangan melihat Masjidil Haram? Kenapa harus sekarang? “ Lahir dan mati adalah takdir Allah. Kita tidak mampu mengetahuinya. Pun tiada kekuatan bisa menebaknya. Kita tidak bisa memilih orang tua, tanggal, tempat. Tidak bisa. Itu hak mutlak Allah. Kita tidak bisa menunda maupun memajukannya walauun sedetik. Kenapa Mbah Putri harus meninggal di kapal ini? Allahlah yang tahu alasannya. Dan ketika kita tidak tahu, tidak mengerti alasannya, bukan berarti kita jadi membenci, tidak menyukai takdir tersebut. amat terlarang bagi seorang Muslim mendustakan takdir Allah. Allah member apa yang kita btuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Segala sesuatau yang kita nggap buruk, boleh jadi baik untuk kita, begitupun sebaliknya. ” Pertanyaan keempat datang dari Ambo uleng. Seorang pemuda yatim piatu , bekerja sebagai kelasi kapal. Tampan, cerdas, dan bisa diandalkan, ternyata ikut perjalanan tersebut karena memilih pergi menjauhi masalalunya sejauh-jauhnya. Pemuda yang juga arti namanya adalah purnama yang bersinar. Semuanya Tentang cinta. Apakah cinta sejati? Apakah besok lusa akan berjodoh dengan gadis itu? Apakah aku masih memiliki kesempatan? “cinta sejati adalah melepaskan. Cinta itu ibarat bibit tanaman. Jika dia tumbuh di tanah yang subur, disiram dengan pupuk pemahaman baik, dirawat dengan menjaga diri, maka tumbuhlah ia menjadi pohon yang berbuah lebat dan lezat. Jika ahrapan dan keinginan memiliki itu belum tergapai, belum terwujud, maka terulah memperbaiki diri sendiri. Sibukkan diri dengan belajar. ” Ternyata pertanyaan terkahir tidak datang dari orang lain, melainkan seorang yang dianggap hidup damai tanpa pertanyaan-pertanyaan yang mengganjal selama hidupnya; Gurutta. Seorang ‘ali ulama yangbegitu disegani dan dihormati, tidak hanya oleh lawan,tapi juga kawan. Ia yang menulis tentang Kemerdekaan adalah Hak Segala Bangsa. Ia yang mengelu-elukan tentang perjuangan, ternyata belum cukup kuat dan mampu untuk meyakinkan diri bahwa berjuang dengan nyawa dan darah begitu berarti. Tidak hanya dengan tinta dan pena. “…malam ini, kita idak bisa melawan kemungkaran dengan benci dalam hati atau lisan. Kita tidak bisa menasihati perompak itu dengan lembut. Kita tidak bisa membebaskan Anna, elsa, Bonda Upe, Bapak soerjaningrat. Dan seluruh penumpang dengan benci di dalam hati mala mini kita harus menebaskan pedang…” Ambo uleng, akhirnya mampu menajwab pertanyannya selama ini. Karena saatnya ia menuanaikan tugasnya sebagai ulama, yang memimpin di garis terdepan melawan kezaliman dan kemungkaran, tidak hanya dengan hati dan lisan, tapi juga perbuatan. Judul : Rindu. Tebal :544 hal; 13.5 x 20. 5 cm Pengarang : Tere Liye Penerbit : Republika Penerbit Thun terbit : Februari 2015 (cetakan ke XI) ISBN : 978- 602 – 8997 – 90- 4

Tuesday, 5 January 2016

The Dark Knight Rises

. the photo is taken from google. Story of a batman who saved the city but then accused as the killer of mayor in Ghottam. Actually at the end of the story, it is explained that the mayor didn’t die. He just in recovering term and due to some reason that must be hidden from public. “One day you may face such a moment of crisis, and that moment I hope you find a friend like I did, ” said the Mayor to Blake (Robin) who sees in TV the truth that during the time people was thought that Batman (Bruce Wayne) was the killer of the major. And the friend that the Major means was Batman, who was willing to be called as the killer during his life. The conflict is that the coming of Bane, the one that is very strong which tried to take control of the city by doing such kind of terrorism by trying to explode an atomic bomb to the city. What he wanted that the city is lost, the people is die. He wanted to revenge of the injustice that he thought he was endured. The one that people thought is those who run from a jail that every people couldn’t get out, but he did when he was child. At the end of the story, it is told that the one behind it all is Miranda Rate, the women that inherited Wayne’s institute and acting as good people at the beginning, and surprisingly, she was the child that runs from the jail, and she tried to kill Wayne when fighting with Bane who is the safer of Miranda. Miranda is the one who wants to take revenge of his father. But then when the crisis condition of the city, Batman appeared and help the people of the city with the help of a smart and strong woman. “You don’t owe this people anymore, you’ve given them everything,” she said to pursue him to go back because she thinks that the condition was very impossible to solve. “No, I am not giving them everything yet,” he replied and goes. And the end of the story, the city of Ghottam can be saved by batman through bringing the atomic bomb into the center of the sea, which didn’t harm the city, but it also means that Wayne gone with the bomb. “I see a beautiful city, and brilliant people. Raising from the immersed. I see life for which I lied up my life. Peaceful, useful, prosperous, and happy. I see that I hold a sanctuary of their heart which is lost. The continuing generation. It is hard, hard to do then I have ever done. It is very far, far for a rest than the place I have ever gone. ” the letter that he wrote.

Sunday, 3 January 2016

Da Conspiracao

Pengarang: Afifah Afra
Penerbit: PT Indiva Media Kreasi
Tahun terbit: 2012
Tebal : 632 hal;20 cm
ISBN: 978-602-8277-66-2

Bendara Raden Mas Rangga Puruhita, pemuda terpelajar, cerdas, visioner, lulusan sarjana ekonomi Universitas Leiden, dan seorang ningrat jawa keturunan Pakubuwono X. Ia diasingkan ke Ende, Flores, NTT karena terlibat dalam gerakan melawan kekuasaan pemerintahan Hindia Belanda. Ia bertemu banyak orang orang yang membuat pengalamannya sebagai seorang Interniran bak permen nano-nano. Maria Dewi Pan Versie, Haji Abdullah, Mari Nusa, Herman Zondag, Tuan Van Persie, Hans van Persie. Dan tentunya Tan Sun Nio.

Tan Sun Nio. Gadis yang cerdas, jelita serupa Dewi Kwang Im, ambisius, dan keras kepala. Seorang yang terlahir dari keturunan Tionghoa konservatif. Ia dikhianati calon kekasihnya tepat pada saat ia akan dilamar. Awalnya Papahnya, Tan Kwat Hun, tidak menyetejui ia menikah dengan dengan seorang Holland Spreken/kebelanda-belandaan dan ragu lelaki itu akan datang sebab sudah berjam-jam ia telat dari janjinya untuk datang, hingga ia membuat bertaruh dengan papanya " Jika Daniel Lim tidak datang melamarku malam ini, aku akan bersedia menjadi budak Koko Seng Hun, sampai ada yang bersedia menghinakan diri untuk melamarku."
Janji adalah janji, pantang bagi seorang Tan Sun Neo untuk ingkar. Akhirnya ia pergi meninggalkan Solo dan pergi k Ende. Ia kemudian menjadi  ahli waris kakaknya yang dibunuh sebulan kemudian ketika ia menginjak Ende, ia akhirnya menjadi jutawan dengan kekayaan sekitar 3 juta gulden. Ia harus menghadapi berbagai hal termasuk terseret dalam sebuah konspirasi yang tidak ia sadari. Ramos Fernandez, Tuan Reyst, Djanggo de Silva, adalah sederetan orang2 yang ia percaya ternyata berada di balik semua itu.

Perjuangan dan pengkhianatan akhirnya mempertemukan dan hampir menyatukan mereka di Ende. Daerah yang masih labil sebab baru beralih kekuasaan dari Portugis ke Belanda. Daerah yang penuh bara, mereka terjebak dalam sebuah konspirasi yang rumit. Konspirasi yang melibatkan sekelompok bajak laut yang dikoordinir secara rapi menyerupai Mafioso di Sisilia: Bevy da Aguia Leste.

Novel ini adalah seri ketiga dari Trilogi De Winst. Membaca novel ini, kita tidak hanya dihadapkan dengan alur yang seru dan menantang juga petualangan2 yang dialami oleh tokoh2 di dalamnya, tapi juga mendapat pengetahuan tentang tokoh2 yang kita perlu baca biografinya seperti  dr San Yut Seng, Laksama Cheng Ho, Wong Fei Hung, Soekarno, Hatta, M. Yamin, dan masih banyak lainnya.
Novel ini juga sedikit memgerikan kita gambaran tentang kondisi geografi Ende yang Kaya dan juga indah, tidak hanya sumber pertanian dan lautnya tapi juga pertambangannya.
Novel ini adalah novel sejarah dengan latar Indonesia sekitar tahun 1930an. Kita tidak hanya disajikan tentang kondisi2 penjajahan, tapi juga seolah kita bisa merasakan bagaimana kejam dan tak adilnya sebuah penjajahan.

Ad banyak nilai yang bisa kita adopsi dari novel ini seperti kedisplinan, ketekunan, keyakinan, dan juga perjuangan sebab setting dari novel ini adalah Perjuangan melawan penjajahan Belanda.

Selamat membaca!

 

Azkia Rostiani Rahman Template by Ipietoon Cute Blog Design