Thursday, 10 December 2015

Menikmati kesendirian

Entahlah, hari ini tiba2 aku merasa begitu melankolis dan filosofis.tiba2 kutanyakan pada anak SMP pertanyaan yg seharusnya untuk ku jawab sendiri. Apa yang engkau cari dalam hidup? Apa alasan kalian hidup? Apa yang membuat hidupmu merasa hidup? Apa yang membuatmu merasa manusia? Ha ha, aku menertawakan diriku sendiri lantas terdiam sejenak, berfikir.  Teoritically, i know the answers. Tapi kadang ada saat logika begitu bertolak dengan realita. Dan saat itulah kadang mjd teoritis begitu tak bermakna.

Aku menikmati kesendirianku. Di tengah debur ombak dan suara2 puluhan manusia di sekelilingku. Ad yang bercengkrama dengan keluarga, ada yang bercanda bersama pasangannya, ad yang asyik dengan teman masing2. Ad yang sibuk berjualan. Keramaian ini justru semakin membuatku terasing.

Aku berjalan sendiri, menikmati tiap tapak langkah yang telah ku buat, menatap indahnya siluet senja di penghujung sore. Aku menanti matahari terbenam, yang akan membenamkan kebingungan dan kegelisahan yang kian menyiksa. Mencipta tenang dalam keremangan. Tapi hari ini ia tak datang dengan bulat sempurna yang memancar sinar jingga yang indah. Ia bersembunyi di balik pekatnya awan, lantas pergi begitu saja.

Aku duduk di atas pasir pantai yang panoramanya lumayan indah setelah lama mencari tempat yang tak terlalu ramai. Tempat yang bagus untuk menyendiri. Aku menikmati kesendirian ini. Ternyata pergi tanpa seorang teman lumayan seru juga. Aku menatap langit biru dengan campuran warna yang mulai berubah merah. Aku selalu suka menatap langit. Ada ketenangan di sana. Ada kedamaian di sana.

Pada titik ini aku luruh. I realize that i am just nothing in this world. . Just a tiny point in the universe. Maka nikmat TuhanMu yang manakah yang kamu dustakan? Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu melihat sesuatu yang cacat?

0 comments:

Post a Comment

 

Azkia Rostiani Rahman Template by Ipietoon Cute Blog Design