Sunday, 13 December 2015

Memeluk Kerinduan

Paulo Coelho - Brida

Setiap orang memiliki takdir yang harus di jalani.
Sebuah pencarian identitas dan Pasangan Jiwa seorang gadis  cerdas dan cantik;Brida, dua puluh tahun , melemparkan prrtanyaan pada diri sendiri: " Apa yang saya cari dalam hidup?" Perjalanan yang penuh tantangan.

Andrea Hirata - Padang Bulan & Cinta Dalam Gelas

Andrea dengan ciri kepenulisannya yang khas menuliskan tentang kisahnya dan orang2 sekitarnya. Fiksi sekaligus autobiografi. Selalu dalam setiap novel2nya, ia  bercerita tentang nilai-nilai yang ada di masyarakatnya. Juga tentang filosofi-filosofi yang ada dalam segelas kopi. Cinta dalam gelas.

Tasaro - Samita

Kisah perjalanan Laksamana CengHo bersama muridnya Hui Sing (Samita) ke tanah jawa. Perjalanan untuk mengemban misi perdamaian. Sekaligus awal kisah perjalanan hidup dan cinta Samita di tanah Jawa. Dengan gaya tulisan dan diksi yabg tepat, Tasaro selalu mampu mengaduk-aduk emosi pembaca. Dan selalu juga dengan ending yang  menggantung.

Tasaro - Kinanthi

Kinanthi adalah tingkatan akhir dan tertinggi sebuah kidung jawa. Juga nama tokoh utama dalam novel ini. Seperti namanya, Kinanthi harus melakukan serangkaian takdir hidup yang tak mudah dan memilukan: terpaksa dijual sama orangtuanya, hidup bersama Pak Edi yang ia akhirnya juga dijual, Menjadi tkw di Arab, Kuwait, sampai Amerika dengan mengalami penyiksaan berkepanjangan, hingga akhirnya bisa lepas dan melanjutkan hidup, dan diujung kesuksesannya menjadi seorang profesor muda yang sering diundang sana sini. Tapi ada sedikit  kerinduan di ruang hatinya. Kerinduan pada seseorang di masa kecilnya; yang selalu membela dan mau menerimanya apa adanya. Akankah takdir memeluk semua kerinduannya?

Tasaro - Rindu Purnama

Orang dewasa terkadang memang terlalu complicated. Sementara keserderhanaan seorang anak kecil seperti Rindu atau Purnama mungkin belum mampu mencernanya. Ah entahlah, kadang orang dewasa itu memang ribet.

Thursday, 10 December 2015

Menikmati kesendirian

Entahlah, hari ini tiba2 aku merasa begitu melankolis dan filosofis.tiba2 kutanyakan pada anak SMP pertanyaan yg seharusnya untuk ku jawab sendiri. Apa yang engkau cari dalam hidup? Apa alasan kalian hidup? Apa yang membuat hidupmu merasa hidup? Apa yang membuatmu merasa manusia? Ha ha, aku menertawakan diriku sendiri lantas terdiam sejenak, berfikir.  Teoritically, i know the answers. Tapi kadang ada saat logika begitu bertolak dengan realita. Dan saat itulah kadang mjd teoritis begitu tak bermakna.

Aku menikmati kesendirianku. Di tengah debur ombak dan suara2 puluhan manusia di sekelilingku. Ad yang bercengkrama dengan keluarga, ada yang bercanda bersama pasangannya, ad yang asyik dengan teman masing2. Ad yang sibuk berjualan. Keramaian ini justru semakin membuatku terasing.

Aku berjalan sendiri, menikmati tiap tapak langkah yang telah ku buat, menatap indahnya siluet senja di penghujung sore. Aku menanti matahari terbenam, yang akan membenamkan kebingungan dan kegelisahan yang kian menyiksa. Mencipta tenang dalam keremangan. Tapi hari ini ia tak datang dengan bulat sempurna yang memancar sinar jingga yang indah. Ia bersembunyi di balik pekatnya awan, lantas pergi begitu saja.

Aku duduk di atas pasir pantai yang panoramanya lumayan indah setelah lama mencari tempat yang tak terlalu ramai. Tempat yang bagus untuk menyendiri. Aku menikmati kesendirian ini. Ternyata pergi tanpa seorang teman lumayan seru juga. Aku menatap langit biru dengan campuran warna yang mulai berubah merah. Aku selalu suka menatap langit. Ada ketenangan di sana. Ada kedamaian di sana.

Pada titik ini aku luruh. I realize that i am just nothing in this world. . Just a tiny point in the universe. Maka nikmat TuhanMu yang manakah yang kamu dustakan? Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu melihat sesuatu yang cacat?

Saturday, 5 December 2015

Musyawarah dan Konsolidasi KAMMI SeNTB

Bertempat di Balai Diklat Koperasi Mataram, tanggal 4-6 Desember 2015, KAMMI NTB mengadakan musyawarah dan konsolidasi: Deklarasi pengurus wilayah dan pengurus KAMMI Se- Nusa Tenggara Barat dengan agenda Studium General yang menghadirkan Bapak Lalu Gita Wiriadi (sekretaris 2 Gubernur NTB, fokus bidang Ekonomi dan Pembangunan) dengan tema Kondisi NTB terkini. Beliau sempat berseloroh bahwa jika ad yang mempelesetkan NTB dengan Nasib Tidak Baik, maka beliau pun membalas dengan mengatakan bahwa NTB adalah singkatan dari Next Time Better, sontak semua peserta SG bertepuk tangan dengan hembusan optimisme yang ditiupkan Pak Gita. SG yang kedua diisi oleh Bapak Didi Sumardi (ketua DPRD Kota Mataram) dengan tema  kepemimpipinan model pilkada langsung dan tidak langsung.  Beliau banyak memberikan wejangan tentang kepemimpinan dan juga kelebihan dan kekurangan pilkada langsung dan tak langsung. Intinya politik itu ibarat  istilah man behind thr gun.
Selanjutnya ada  Sekolah Politik yang diisi oleh Pak Suhaedi ( MPD).  Acara ini dibuka oleh Pak Fahrurrozi ( kepala Nusra Institute). Beliau mengatakan bahwa perubahan selalu terjadi dengan merebut kepemimpinan dan  tradisi kepemimpinan adalah tradisi para nabi, maka sudah selayaknya kita mempersiapkan diri untuk menjadi calon2 pemimpin dengan beberapa  syarat 1) memiliki kompetensi inti yaitu bertahan hidup dengan skill dan knowledge yang dipunya 2) punya narasi yang lebih luas di luar kelompoknya, 3) kepemimpinan itu hadir untuk memberi dan bermanfaat bagi orang lain dan yang terakhir adalah fokus pada wacana kepemimpinan dan peningkatan kapasitas.

Akhirnya tibalah pada inti acara yaitu pemilihan ketua PW NTB, Ketua PD LOMBOK dan PD BIMA. Setelah melalui proses panjang dan mendebarkan akhirnya ketua MPD akh Ainul Rahman mengumumkan siapa ketua2 terpilih pada Ahad pukul 01.00 malam bahwa  Ketua PW NTB yaitu M Roby Satriawan, PD Lombok: L. M Fadrisno dan PD BIMA: Ikraman. Semoga KAMMI NTB ke depanny bisa lebih baik dan berkontribusi lebih banyak.

Friday, 4 December 2015

kontemplasi

who are you? what are you? i am questioning myself the whole time. i am wondering what i belong. i am just trying to figure it out. i am searching over and over. i am trying to find what make me 'me.' through all experiences that i had, through all pain that i endured, through all happiness and sadness that i felt, i realize that all starts from knowledge and skill. therefore, all i had to do is to feed this hungry brain. to make it sharper and sharper. to make all those things make me useful as a woman. to make me human
 

Azkia Rostiani Rahman Template by Ipietoon Cute Blog Design