Wednesday, 2 September 2015

Tamkin dalam Konteks Indonesia

Tamkin berasal dari kata makkana yang terdiri dari huruf –m-k-n- yang berarti ajeg, mapan. Secara bahasa tamkin berarti sulthon (kekuasaan) dan mulk (kerajaan). Allah berfirman dalam surah Yusuf : 56 yang berbunyi “Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri ini (Mesir) untuk tinggal di mana saja dia kehendaki.” Ini berarti bahwa Allah telah memberi kedudukan pada hamba yang soleh di muka bumi dan Allah memberikan kekuasaan yang kuat dan memberi kemudahan baginya terhadap semua sebab yang bisa mendukung kekuasaan nya. Ustad Fathi Yakan dalam Fikih Tamkin mengartikan tamkin yaitu sampainya pada kondisi kemenangan, memiliki kekuatan yang cukup, serta memegang tampuk kekuatan dan kekuasaan, juga dukungan publik, simpatisan dan pengikut. Ada beberapa bentuk tamkin yaitu pertama penguasaan terhadap kekayaan (alam) yang dengan kekuasaan terhadap penguasaan tersebut tersebut seharusnya mampu digunakan untuk kebaikan-kebaikan. Hal ini tercantum dalam surat Al An’am ayat 6 yang artinya “Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi) itu telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan jadikan sungai-sungai yang mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain. ”. yang kedua yaitu kekalahan musuh. Dalam buku Fikih Tamkin wannashr disebutkan beberapa contoh kekalahan musuh yaitu kisah selamatnya Nabi Nuh dan kebinasaan kaumnya, kisah Musa dengan Fir’aun, kisah Thalut bersama Fir’aun dan Rasulullah bersama kaumnya. Yang ketiga yaitu iqamatud daulah atau pendirian Pemerintahan yang dicontohkan oleh Ali Muhammad As Shalabi adalah peneguhan Allah atas Nabi Daud dan Sulaiman, dan kisah Dzulqarnain. Yang ke empat adalah kemenangan atas politik, dan yang terakhir adalah berkuasanya ahli tauhid dan iman yang mengendalikan pemerintahan dan hukum islam. Yusuf (55-56). Lalu Tamkin dalam konteks modern atau lebih spesifik dalam konteks keIndonesiaan itu seperti apa? Indonesia saat ini adalah negara demokrasi dengan masa transisi dari orde baru ke reformasi dengan segala permasalahannya yang kompleks dalam semua lini kehidupan. Secara de jure maupun de fakto, Indonesia bisa dikatakan negara merdeka, tapi secara hakikat dan fungsi Indonesia masih belum bisa dikatakan merdeka secara utuh. Perekonomian Indonesia saat ini masih disetir hanya oleh beberapa orang. Menurut Chairul Tanjung dalam munas MUI 2015 di Surabaya dikatakan bahwa dari 9.000 Triliun peredaran uang pertahun, 6.000 Triliunnya hanya dikuasai oleh 25 orang saja. Sementara 3.000 T dikuasai oleh 250 an juta penduduk Indonesia. Ditambah lagi penguasaan para cukong asing yang merongrong perekonomian sehingga menciptakan permasalah politik yang juga tidak stabil. Perpecahan ditubuh umat islam sampai perpecahan antar maupun internal parpol yang berbasis islamis (nasionalis) itu sendiri. Permasalahan penegakan hukum yang tak kunjung selesai sementara mental kebanyakan orang Indonesia lemah. Dalam salah satu wawancara, Anis Matta mengatakan bahwa yang membedakan Indonesia dengan India adalah pada sikap dan penerimaaan masyarakaatnya. India di tengah keterpurukannya dulu memiliki masyarakat yang memiliki ‘hope’ sementara Indonesia adalah ‘anger.’ Maka tamkin dalam konteks Indonesia bisa terjadi apabila umat islam mampu melakukan pembebasan tanah air dalam bidang pokok tadi yaitu ekonomi, politik dan mental. Selain itu juga syariat-syariat Islam dan nilai-nilai Islam diterapkan dan ditegakkan melalui produk-produk hukum, perbaikan pemerintahan, dan terisinya pos-pos pemerintahan dengan orang-orang yang cerdas , jujur, dan amanah itu sendiri, di mana rakyat Indonesia (apapun suku, ras, agama dan budayanya) juga menerima dan merasakan efek dari tamkin itu sendiri.

0 comments:

Post a Comment

 

Azkia Rostiani Rahman Template by Ipietoon Cute Blog Design