Monday, 15 July 2013

Hati pun Harus Perawan...



 
“Bagaimana cara memangkas tunas yang mulai tumbuh?”  Pertanyaan ku pada seorang teman suatu ketika. “Ya simple saja, ambil gunting, potong deh”.
“Benarkah bisa sesederhana itu?”
Of course, you don’t believe me?”
“Bukan masalah percaya atau tidak. Tapi siapa yang bisa menjamin kalau tunas itu tidak tumbuh lagi?“
“Ya pangkas lagi”
“Mmm, lalu bagaimana kalau ini soal rasa?”
“Rasa apa? Berbeqiu, grilled chicken, toasted corn atau apa?”
Hello, I am serious guys…
“????????”
“Aku mencintai seseorang, tapi entahlah ini bisa dikatakan cinta atau tidak. Beberapa hari yang lalu rasa ini tiba-tiba muncul…mungkin bukan cinta, tapi tepatnya suka”
“Apa yang membuatmu suka?”
“Dia itu menurutku cool
cool? Itu saja. Itu bukan alasan yang cukup kurasa untuk menyukai seseorang”
“Bagimu mungkin iya, tapi bagiku tidak. Kita tak akan pernah tahu kapan cinta itu datang, kepada siapa, dan bagaimana. Sebab ia tak mengenal tempat, waktu, bahkan cara. Aku menyukainya, itu saja”


Aku tak ingin mencintai lelaki manapun untuk saat ini.  Terlalu lelah kadang hati harus menahan rasa, sebab ia hanya segumpal daging, terlalu berat harus menanggung beban. Tidak…Tak akan kubiarkan satupun makhluk itu datang. Dan mengganggu setiap detik yang tersisa. Banyak hal yang harus diselesaikan. Banyak hal yang harus dikerjakan. Aku hanya ingin mencintai di saat yang tepat. Saat kuncup memang harus mekar dari tangkainya. Biar semerbak tak serupa bau busuk. Biar madu tak dikira racun..Dan Sebelum cinta itu datang. Maka harus kutuntaskan cita.

Aku jadi teringat perkataan seorang senior…”karena hati pun harus perawan” Awalnya aku tak faham, dan sulit menerima itu, sebab cinta tak pernah memilih kepada siapa dan kapan ia datang. Tapi lama-lama sedikit aku mulai terbuka, bahwa kehadiran cinta memang sebuah kewajaran, tapi kemudian kita harus pandai memenej hati. Sebab hati adalah sebentuk jiwa yang begitu peka merasa. Maka jangan biarkan cinta menguasai hatimu, tapi hatimulah yang harus menguasai cinta. Karena hati itu harus diberikan kepada orang yang tepat, dan di waktu yang tepat, biar ia tidak terbagi kelak. Sebab ketika kita memutuskan untuk mencintai, segenap jiwa raga harus dipasrahkan..
            Benarkah hati harus perawan? ………


l
 

Azkia Rostiani Rahman Template by Ipietoon Cute Blog Design