Sunday, 9 June 2013

Negara dan Cita-cita Politik


Resensi buku
Judul buku          : Negara dan cita-cita politik
Pengarang          : Abu Ridho
Penerbit              : PT Syamil Cirpta Media
Halaman              : 112
Tahun terbit       : 2004

Buku Negara dan cita-cita politik ini merupakan salaha satu dari buku seri tarbiyah untuk para aktivis da’wah yang memang wajib dibaca. Buku ini mengulas segala hal yang berkaitan dengan Negara itu sendiri, mulai dari kenapa harus bernegara, tujuan bernegara, karakteristik bernegara, dan hal-hal yang berkaitan dengan konsep kenegaraan itu sendiri.
Buku ini terdiri dari Sembilan bab, dan tiap-tiap babnya menawarkan pembahasan-pembahasan yang berbeda atau dalam kata lain topiknya berbeda tapi masih saling berkaitan dengan bab-bab yang lainnya.
Buku ini dimulai dengan perkenalan secara universal mengapa kita harus bernegara. Kita dituntut untuk merenungi fithrah kita sebagai manusia yaitu sebagai makhluk interdependent yang tidak bisa hidup sendiri. Di dalam buku tersebut disebutkan bahwa imam Ghazali dalam bukunya ihya’ Ulumuddin menjelaskan tiga fithrah manusia sebagai makhluk social yaitu 1) procreation, yaitu tugas pelestarian dan pengembangan, yang bisa dilakukan mengenai perkawinan dan hubungan keluarga, 2)  Preparation, yaitu penyediaan kebutuhan primer, dan yang ke 3) protection, yaitu pemeliharaan keamanan dan perlindungan diri. Kemudian Abu Ridho menambahkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan fithrahnya itu manusia harus bekerja kolektif, dan itu dapat terlaksana apabila ada institusi yang menaunginya, atau dalam kata lain adanya Negara.
Kemudian bab selanjutnya dimulai dengan pertanyaan- pertanyaan mendasar, Apakah perlu manusia punya Negara? Negara seperti apa? Bagaimana cara mewujudkannya, tugas dan fungsinya utamanya apa? Dan bagaimana cara menyikapi Negara? Jadi kemudian Abu ridho mengatakan bahwa Negara adalah sebagai keharusan alamiah karena memang sesuai fithrahnya, manusia membutuhkan suatu wadah untuk berekspresi di dalamnya, juga untuk mencegah kejahatan-kejahatan individual yang harus dilawan dalam sebuah kekuatan yang massif dan terorganisir. Jadi di sini jelas kita membutuhkan Negara. Hasan Al banna di dalam buku tersebut mngatakan bahwa Negara itu adalah sebagai alat, sebagai kendaraan, bukan tujuan. Itu merupakan salah satu pokok yang perlu dipahami oleh masing-masing kita. Ditambahkan juga di sana, bahwa menurut imaduddin Kholil, bahwa manusia tanpa Negara ibarat benih tanpa pagar, tidak ada pelindung, jadi akan rentan terhadap kerusakan. Jadi di sini sanagt jelas, bahwa Negara adalah salah satu elemen penting untuk mencapai tujuan ibadah kita kepada Allah.
Lalu di buku tersebut juga dijelaskan tentang unsur-unsur mutlak Negara yaitu, rakyat, wilayah, dan pemerintah. Ditambahkan pula bahwa kepemimpinan islam akan tegak di atas dua pilar yaiu syariat islam dan umat islam sebagai syarat tegaknya Negara islam di bumi ini. Di buku ini juga dijelaskan watak pemerintahan islami itu, yaitu adil, seimbang, menjunjung syariat, system syuro dan yang terakhir egaliter dan kesatuan manusia.
Di akhir buku ini, dalam bab cita-cita siyasah ditegaskan bahwa cita-cita partai kita sebagai parpol islam adalah terciptanya sebuah kehidupan orang perorang dan masyarakat yang sejahtera lahir dan batin yang dilandasi nilai-nilai ideologis yang dipatuhi, yang puncaknya mengejawantah pada kehidupan adil makmur dan seimbang, suatu kehidupan sejahtera yang diridhoi Allah, baldatun thayyibah wa rabbun ghafur. Amin
Menurut saya, buku ini sudah secara gamblang menjelaskan tentang konsep-konsep Negara itu sendiri, mulai dari tujuan Negara, syarat-syarat adanya Negara, unsur-unsur pembentuk Negara sampai pada karakteristik dan watak pemerintahan islam yang merupakan salah satu dari kelebihan buku ini sendiri. Tapi sayangnya buku ini tidak mengeksplorasi lebih lanjut tentang strategi-starategi politik ataiu secara jelasnya langkah-langkah konkrit yang harus dilakukan untuk menuju Negara madani itu sendiri, sehingga mungkin untuk mencapai pemahaman yang lebih universal dan komprehensif diperlukan referensi-referensi lain sebagai rujukan.
Terakhir, buku ini diperuntukkan untuk kalangan-kalangan konseptor atau ideology. Jadi tidak semua orang mampu memahami buku secara cepat, tepat, dan akurat, karena memang bahasa yang digunakan bisa kita katakan “sedikit berat” untuk para pemula, juga bagi mereka yang jarang bersentuhan dengan hal-hal yang berbau siyasi. Tapi terlepas dari itu semua, secara keseluruhan buku ini bisa dikatakn bagus dan sekali lagi wajib menjadi referensi kita semua, terutama bagi mereka yang selalu menggaung-gaungkan Negara islam maupun khilafah, juga bagi mereka yang posisinya sebagai kaum pemikir dan ideolog


0 comments:

Post a Comment

 

Azkia Rostiani Rahman Template by Ipietoon Cute Blog Design