Sunday, 26 May 2013

Polemik Universitas Mataram


Universitas Mataram adalah satu-satunya universitas negeri di Nusa Tenggara Barat yang menjadi corong dan kiblat bagi Perguruan Tinggi dan Universitas-Universitas lain sehinggga tidak langsung Unram menjadi teladan dari segala sisi bagi universitas-universitas dan Perguruan-Perguruan Tinggi di NTB. Namun pada realitanya, Unram tak ubahnya tahi kuda yang hanya mulus di luar tapi di dalamnya ambruk. Unram yang dari luarnya megah dan mewah seakan-akan memberikan anggapan bahwa di dalamnya baik dan tentram. Namun pada kenyataannya semua hanya formalitas belaka.
Unram hari ini sarat akan masalah. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya fasilitas-fasilitas  kampus yang sampai saat ini masih banyak terpenuhi. Juga masalah dana-dana dan informasi yamg tidak transparan. Rumah Sakit Pendidkan (RSP) Unram yang sampai saat ini belum rampung, padahal Unram mendapatkan dana 45 Milyar dari APBN murni sejak Januari lalu, dan sekarang sudah menginjak bulan ke 6, tapi kelanjutan pembangunannya masih belum ada tanda-tanda. Rusunawa (Rumah susun mahasiswa), yang dibangun berdasarkan SK dari Kementrian Perumahan Rakyat, seyogyanya bisa ditempati sejak diresmikan oleh Kemenpora (Andi Malarangeng) 2009 lalu, , tapi hanya karna alasan perizinan penempatan yang belum keluar, maka pihak Rektorat tidak berani mengambil keputusan. Padahal, rektor sekelas Unram seharusnya mampu mengintervensi kebijakan yang ada. Pembangunan gedung Fakultas MIPA dan gedung E FKIP yang masih belum rampung dengan alasan yang tak jelas.
Banyak masalah-masalah di Unram yang butuh transparansi. Pemungutan dana SPI bagi mahasiswa regular sejak diterapkannya SPP Tunggal tidak jelas peruntukannya ke mana. Dana asuransi untuk mahasiswa senilai 25 ribu per semester ( beda dengan uang JPKMK)  juga masih  menjadi tanda tanya besar arahnya ke mana. Mengharapkan transparansi pembagian dana bagi BEM, DPM, UKM, baik di tingkat universitas maupun Fakultas dari dana DPP SPP pun sampai saat ini hanya seperti pungguk merindukan bulan. Dana-dana yang dihasilkan dari fasilitas-fasilitas kampus seperti penyewaan Audit, Arbud, dan ruang sidang Senat pun tidak jelas ke mana anggarannya. Mahasiswa juga butuh transparansi informasi kampus, agar mahasiswa tahu keberpihakan program2 dan kebijakan2 pejabat-pejabat kampus terhadap mahasiswa itu sendiri. Kemudian transparansi beasiswa-beasiswa yang ada dikampus yang tidak terdistribusikan secara tepat sasaran, dan adanya beasiswa-beasiswa yang tidak diketahui peruntukannya ke mana, seperti beasiswa Djarum, Honda, Newmont, dll. Maka dari permasalahan-permasalahan tersebut, kami menuntut:
1.       Transparansi dana SPI dan Asuransi sebesr Rp 25.000,-/semester
2.       Transparansi dana DPM, BEM, dan UKM, baik di tingkat Universitas maupun Fakultas
3.       Transparansi dana-dana yang dihasilkan dari fasilitas-fasilitas kampus
4.       Transparansi beasiswa (Jumlah beasiswa di Unram dan peruntukannya)
5.       Realisasi kelanjutan pembangunan Rumah Sakit Pendidikan (RSP)
6.       Penempatan Rusunawa oleh mahasiswa
7.       Kelanjutan pembangunan gedung E FKIP dan MIPA
Atas nama mahasiswa Unram
Korlap 1                                                                                                                Korlap 2
Azkia Rostiani R. (Ketua DPM Unram)                                               Mentari (anggota DPM FH   Unram)

0 comments:

Post a Comment

 

Azkia Rostiani Rahman Template by Ipietoon Cute Blog Design